Search Articel

Health

Tuesday, December 20, 2011

Sunat Lindungi Mr P dari Cedera Akibat Bercinta

Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang disunat lebih kecil kemungkinannya mengalami cedera penis selama berhubungan seks. Inilah salah satu alasa mengapa sunat mampu menurunkan risiko penularan HIV dari hubungan seks.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data dari percobaan klinis HIV di Afrika, di mana hampir 2.800 orang pria berusia 18-24 tahun secara acak ditugaskan menjalani sunat atau tetap tidak disunat.

Pada tahun 2005 dan 2006, percobaan di Uganda, Afrika Selatan dan Kenya menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko pria terserang infeksi HIV melalui hubungan seks heteroseksual sampai 60 persen.

Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa laki-laki yang disunat lebih dari dua tahun memiliki kemungkinan mengalami cedera penis selama berhubungan seks 39 persen lebih kecil dibandingkan laki-laki yang tidak disunat

"Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa rendahnya risiko cedera merupakan salah satu alasan mengapa sunat menurunkan kemungkinan penularan HIV," kata peneliti, Dr. Supriya D. Mehta dari University of Illinois di Chicago seperti dilansir FoxNews, Selasa (20/12/2011).

Mengapa persisnya sunat dapat melindungi terhadap HIV selama seks masih belum diketahui. Dalam laporan yang dimuat Journal of Urology, ada beberapa teori yang masuk akal: pertama, dengan mengurangi jumlah jaringan kulit yang tersentuh saat berhubungan seks, sunat membatasi akses virus ke sel-sel tubuh target. Teori lain adalah bahwa penebalan kulit yang terbentuk di sekitar bekas luka sunat membantu menghambat HIV masuk.

Kemungkinan cedera ringan pada penis, baik luka dan goresan pada kulit bisa berfungsi sebagai pintu masuk HIV. Dalam beberapa penelitian terakhir, pria yang tidak disunat melaporkan cedera yang lebih tinggi daripada pria yang disunat.

Pada awal percobaan ini, 64 persen pria mengatakan bahwa mereka telah mengalami beberapa bentuk cedera penis saat berhubungan seks selama enam bulan terakhir. Yang paling sering dan umum adalah tergores, luka, atau lecet. Tujuh belas persen di antaranya mengaku mengalami pendarahan.

Setelah enam bulan percobaan, angkanya menurun. Pada tahun kedua, terdapat 31 persen pria yang disunat mengaku mengalami cedera penis karena berhubungan seks dalam enam bulan terakhir.

Pria yang mengaku memiliki banyak pasangan seks lebih mungkin mengalami cedera penis daripada pria monogami. Di sisi lain, penggunaan kondom dan kebiasaan mencuci penis dalam waktu satu jam setelah berhubungan seks berkaitan dengan penurunan risiko nyeri penis dan cedera lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Info

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCPenney Coupons