Jakarta, Deskripsi
Transverse mielitis adalah peradangan pada tulang belakang yang menyerang lapisan mielin, yaitu selaput yang menyelimuti serat sel saraf. Transverse mielitis dapat menyebabkan cedera tulang belakang.
Gangguan penyampaian sinyal saraf akibat transverse mielitis dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan saraf, kelumpuhan otot, dan disfungsi usus atau kandung kemih. Pengobatannya dapat menggunankan obat anti radang, pengobatan untuk mengelola gejala dan terapi rehabilitasi.
Gejala
Tanda dan gejala Transverse mielitis biasanya berupa muncul cepat selama beberapa jam dan memburuk selama beberapa hari.
1. Nyeri.
Dimulai di bagian leher atau punggung, tergantung bagian mana dari sumsum tulang belakang yang terpengaruh. Rasa nyeri yang tajam bisa menjalar ke bawah kaki, lengan atau sekitar perut.
2. Sensasi yang abnormal.
Beberapa pasien mengalami mati rasa, kesemutan, atau rasa terbakar. Ada juga yang menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan pakaian atau suhu. Pasien mungkin merasa seolah-olah kulit, perut, dada atau kakinya sedang dibungkus dengan ketat oleh sesuatu.
3. Lengan atau kaki melemah.
Beberapa pasien terpaksa harus menyeret satu kaki karena terasa berat ketika bergerak, sementara yang lain mungkin mengalami kelumpuhan parah.
4. Masalah kandung kemih dan usus.
Dapat berupa beser, kesulitan buang air kecil dan sembelit.
Penyebab
Transverse mielitis dapat disebabkan oleh infeksi yang tidak secara langsung mempengaruhi tulang belakang atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Dapat juga merupakan sebagai suatu gejala gangguan mielin lainnya, seperti multiple sclerosis.
Peradangan merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit atau cedera yang normal. Tapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai fenomena autoimun.
Alasan yang tepat terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada transerve mielitis tidak diketahui. Namun, ada sejumlah kondisi yang memicu atau berperan dalam gangguan ini, yaitu;
1. Infeksi virus pada saluran pernafasan atau saluran pencernaan. Dalam kebanyakan kasus, gangguan inflamasi muncul setelah seseorang telah pulih dari infeksi virus.
2. Pneumonia mycoplasma, yaitu pneumonia ringan yang disebabkan oleh bakteri.
3. Multiple sclerosis, adalah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan saraf mielin di sumsum tulang belakang dan otak. Transerve mielitis mungkin merupakan tanda pertama munculnya multiple sclerosis. Transerve mielitis yang terjadi sebagai tanda multiple sclerosis biasanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja.
4. Neuromyelitis Optica (penyakit Devic) adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan dan hilangnya mielin di sekitar sumsum tulang belakang dan saraf optik, saraf di mata yang mengirimkan informasi ke otak.
Tanda dan gejalanya biasanya mempengaruhi kedua sisi tubuh. Kerusakan myelin pada saraf optik menyebabkan nyeri di mata dan kehilangan penglihatan sementara. Namun, beberapa pasien neuromyelitis optica tidak mengalami gangguan pada matanya dan hanya memiliki gejala transerve mielitis.
Gangguan autoimun yang mempengaruhi sistem tubuh dan bertanggung jawab atas perkembangan transerve mielitis yaitu: Lupus yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh, dan sindrom Sjogren yang menyebabkan kekeringan parah pada mulut dan mata.
Vaksinasi untuk penyakit menular, seperti hepatitis B, campak-gondong-rubela, dan vaksin difteri-tetanus, jarang diidentifikasi sebagai pemicu penyakit ini.
Perawatan dan obat-obatan
1. Steroid intravena.
Setelah mendapat diagnosis, pasien dapat menerima suntikan steroid melalui pembuluh vena di lengan selama beberapa hari. Steroid membantu mengurangi peradangan pada tulang belakang.
2. Terapi pertukaran plasma. jika pasien tidak merespon steroid, ia akan menjalani terapi pertukaran plasma. Terapi ini akan menghilangkan cairan berwarna seperti jerami yang bercampur dengan sel darah dan menggantinya dengan cairan khusus. Pertukaran plasma menghilangkan antibodi menyebabkan peradangan.
3. Obat nyeri. Obat-obatan yang dapat mengurangi rasa sakit terkait dengan kerusakan sumsum tulang belakang antara lain; asetaminofen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn); obat antidepresan, dan obat anti kejang.
4. Obat untuk mengobati komplikasi lain. Dokter mungkin meresepkan obat lain yang diperlukan untuk mengobati masalah seperti kekejangan otot, disfungsi kemih atau usus, depresi atau komplikasi lain.
Terapi tanpa obat
1. Terapi fisik. Terapi fisik membantu meningkatkan kekuatan dan meningkatkan koordinasi. Terapi fisik akan mengajarkan bagaimana menggunakan alat bantu seperti tongkat, kursi roda, atau kawat gigi jika diperlukan.
2. Terapi okupasi. Terapi ini membantu pasien mempelajari cara-cara baru dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, menyiapkan makan dan membersihkan rumah.
3. Psikoterapi. Seorang psikoterapis dapat menggunakan terapi bicara untuk mengobati kecemasan, depresi, disfungsi seksual, dan masalah emosional atau perilaku lain yang mungkin terkait untuk mengatasi pasien Transverse mielitis.
Prognosis
Kebanyakan pasien dengan penyakit ini mengalami pemulihan parsial, dan prosesnya dapat memakan waktu satu tahun atau lebih. Pemulihannya sangat tergantung pada penyebab penyakitnya. Terdapat tiga kategori pasien yang berhasil sembuh dari Transverse mielitis;
1. Tidak ada atau sedikit cacat. Pasien masih memiliki sedikit gejala sisa.
2. Cacat sedang. Pasien masih dapat beraktifitas, tetapi mungkin memiliki kesulitan berjalan, mati rasa atau kesemutan, dan masalah kandung kemih atau usus.
3. Cacat parah. Pasien harus duduk di kursi roda secara permanen dan memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Sulit untuk memprediksi perkembangan transverse mielitis. Umumnya, orang yang mengalami gejala awal cepat memiliki prognosis yang lebih buruk daripada yang gejala awalnya lebih lambat.
Sumber: MayoClinic


9:28 PM
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Post a Comment