TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Harga minyak dunia sedikit menguat pada Kamis (9/6/2011), setelah OPEC mempertahankan plafon pasokan. Di London, minyak mentah jenis Brent North Sea untuk pengiriman Juli naik $ 1,72 menjadi $ 119,57 per barrel.
AFP melaporkan pada penutupan perdagangan, kontrak utama New York, harga minyak mentah jenis light sweet untuk bulan Juli, naik $ 1,19 menjadi $ 101,93 per barel. Kenaikkan ini, oleh banyak analis menyebutkan, dipicu keputusan OPEC mempertahankan kuota pasokan BBM pada 24,84 juta barel per hari, sejak Januari 2009.
Sebelumnya, pedagang telah berspekulasi, 12 negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan meningkatkan kuota produksi untuk membantu harga minyak turun dan pada gilirannya meningkatkan pemulihan ekonomi. "Minyak mentah naik karena OPEC gagal untuk mencapai kesepakatan meningkatkan produksinya yang lebih tinggi," kata Victor Shum, analis di Purvin dan konsultan energi Gertz internasional, kepada AFP.
"Dalam jangka panjang, pasar minyak secara fundamental akan terus tidak seimbang dengan pertumbuhan permintaan ke depan, dan sehingga kelompok OPEC akan harus menyediakan lebih banyak produksi minyaknya," tambahnya.
Sisi suplai minyak mentah telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pedagang. Termasuk konflik di anggota OPEC Libya, akan menjadi perhitungan tersendiri atas ketersediaan minyak dunia.
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), Libya sebagai satu negara terbesar pengekspor, rata-rata 1,49 juta barel per hari sebelum pecah pemberontakan. Sebanyak 85 persen ditujukan ke Eropa. (*)


12:09 AM
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Post a Comment